Kisah keajaiban sedekah kali ini akan menceritakan cerita yang menginspirasi, yaitu bangkit dari bangkrut. Sebelumnya mari kita simak sebuah hadits riwayat Muslim berikut ini:
“Sebaik-baik sedekah adalah sedekah dari orang yang harta bendanya sedikit.” (HR. Muslim)
Ada
sahabat #sedekaholic yang mengasumsikannya menjadi lebih ekstrim.
Sedekah terbaik adalah pada saat kamu habis-habisan. Begitulah ujarnya.
Namun, habis-habisan bagi dia adalah bangkrut sebangkrut-bangkrutnya
dalam hal apapun. Bangkrut yang dimaksud disini bisa diartikan sedang
terkena musibah, usaha yang dibangun hancur lebur, menderita sakit
berat, ditipu orang, menghadapi masalah berat dan lain-lain.
Ada sebuah kisah keajaiban sedekah
yang dirasakan sahabat #sedekaholic. Sebut saja namanya Timbul. Timbul
adalah seorang pengusaha properti yang sukses, pemilik usaha cuci mobil,
seorang pewaralaba took retail terkenal, seorang pembicara seminar
wirausaha dan seorang motivator.
Mulai
tahun 2003 hingga tahun 2005 perkembangan usahanya sangatlah pesat.
Bahkan terhitung luar biasa. Hingga pada akhirnya Timbur tergiur untuk
ekspansi usahanya menjadi lebih besar dari yang ada saat ini dan
memutuskan untuk bekerjasama dengan partner barunya.
Dalam
perjalanan bisnisnya, sesuatu yang tidak diingikan terjadi. Mitra
kerjanya mengkhianati dan menipu Timbul. Sehingga usahanya yang lain
ikut hancur-hancuran. Asset yang dia bangun bertahun-tahun habis, bahkan
meninggalkan hutang hingga minus 5 milyar. Timbul harus menanggung
beban hutaang di bank yang digunakan untuk menambah modal usaha di
awal-awal merintis dulu.
Nah,disinilah awal dari kisah keajaiban sedekah
yang dia alami. Dalam kondisi bangkrut dan habis-habisan Timbul tetap
berpikir positif, tidak menyendiri dan punya semangat untuk bangkit
sangat besar.
Timbul
lalu mencari referensi cara mengatasi kebangkrutannya dalam kondisi
habis-habisan saat itu. Timbul melakukan langkah-langkah seperti ini :
1. Mohon
maaf kepada Allah dan orang tua dengan rendah hati atas semua
kesalahan, kelalaian dan kesombongannya saat berada diatas. Bahkan
bersimpuh di kaki orang tua pada saat minta maafpun ddilakukannya.
2. Silatiurahmi
ke sahabat-sahabat yang dia ingat, khususnya yang pernah disakitinya.
Minta maaf, minta motivasi dan minta saran solusi dari kebangkrutan.
Temannya merekomendasikan untuk sedekah brutal, merutinkan shalat dhuha
dan tahajjud.
3. Timbul
melakukan aksi gila yaitu sedekah brutal. Menyedekahkan semua asset
yang ada kecuali yang untuk bertahan hidup dan untuk keperluan
sehari-hari menafkahi anak istri.
4. Merutinkan
shalat dhuha 4 rakaat, 2 rakaat tiap kali salam. Juga merutinkan shalat
tahajjud di sepertiga malam yang akhir (dini hari).
Dengan
semangat yang luar biasa dan sabar, perlahan Allah mulai
mengabulkannya. Hanya dalam waktu tiga tahun Timbul sudah bisa
menyelesaikan bebannya. Mulai tahun keempat Timbul sudah mulai surplus
dan tahun berikutnya surplus bermilyar-milyar. Itulah kisah keajaiban
sedekah yang dirasakan Timbul.
Belajar dari pengalaman tersebut, Timbul selalu berusaha untuk merutinkan
sedekah, shalat dhuha dan shalat tahajjud. Tentunya tidak lupa selalu
berdoa. Bagiamana sahabat #sedekaholic? Sungguh luar biasa kisah
keajaiban sedekah diatas.
Jangan
pernah ragu untuk bersedekah. Dan kita tidak harus bersedekah dalam
bentuk uang. Semua yang bisa kita bagi kebahagiaannya dengan orang lain,
apalagi kepada yang berhak adalah sedekah. Semoga kisah keajaiban sedekah dalam artikel ini bisa memacu sahabat #sedekaholic untuk semakin rajin bersedekah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar