(Foto: ThinkStock)
Berita Lainnya
Jakarta, Bermain video game di handphone dapat
menawarkan hiburan tersendiri bagi seseorang. Pilihan permainan yang
tepat dan tidak mengandung unsur kekerasan, diketahui bermanfaat
meningkatkan kinerja otak.Panjang Telomere atau Untaian DNA Prediksi Harapan Hidup Pasien Sakit Jantung
Perut Sakit Dikira Hamil, Ternyata Wanita Ini Mengidap Kanker
9 Orang di Arab Saudi Meninggal Akibat Infeksi Virus Baru
Pria yang Anggap Wanita Lemah Cenderung Suka Payudara Besar
Meski Suaminya Instruktur Fitnes, Wendy Malah Kegemukan
Peneliti dari Nanyang Technological University di Singapura menemukan bahwa game mobile yang lebih santai dan non-action dapat meningkatkan kemampuan berpikir. Sebelumnya, telah banyak studi yang mempelajari tentang game yang mengandung unsur action atau kekerasan, sedangkan studi ini adalah yang pertama kali mempelajari tentang pengaruh game non-action terhadap otak.
"Kami juga memfokuskan penelitian terhadap game yang dimainkan melalui ponsel pintar (smartphone) dan bukan pada komputer atau game konsol," kata Michael D. Patterson, PhD, asisten profesor di Nanyang Technological University di Singapura, yang menulis studi tersebut, seperti ditulis Everyday Health, Kamis (14/3/2013).
Studi ini ingin menemukan implikasi tentang bagaimana orang menggunakan video game sebagai pelatihan. Artinya seseorang bebas memainkan game di mana pun, seperti saat menunggu bus dan tidak harus berkutat dengan komputer di dalam murah.
Peneliti membagi peserta penelitian secara acak untuk memilih permainan yang disukainya baik itu action atau non-action. Peserta yang memilih permainan non-action disediakan game yang mengandalkan memori dan bukan kecepatan reaksi, seperti 'The Sims 3' yang merupakan game simulasi kehidupan.
Peserta kemudian ditugaskan untuk bermain selama satu jam sehari, lima hari seminggu, selama satu bulan. Peneliti menemukan bahwa keterampilan berpikir masing-masing peserta didorong oleh pelatihan yang tergantung pada jenis permainan yang dipilihnya.
Berbeda dengan game 'action' yang membutuhkan reaksi cepat dan kewaspadaan visual yang lebih tinggi untuk melacak keberadaan musuh, game non-action seperti puzzle umumnya tidak memerlukan reaksi cepat. Oleh karena itu, game action dapat membuat seseorang mampu mengabaikan hal-hal di sekitarnya yang menurutnya sebagai gangguan atau pemecah konsentrasi permainan.
Sedangkan bermain game non-action justru dapat meningkatkan kemampuan untuk memilah gangguan tersebut tanpa memiliki efek negatif dari game action, termasuk agresivitas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar